Tampilkan postingan dengan label TKJ. Tampilkan semua postingan
Membuat Daftar isi
By : Bernard
Nih untuk yang susah buat daftar isi dan harus manual menggunakan (titik-titik) saya punya langkah"nya buat daftar isi di word. langsung aja.
Password word : tewas14
Tag :
TKJ,
Pengertian Subneting
By : BernardPengertian Subnetting
Anda bisa membuat multiple logical networks dalam suatu jaringan Class A, B, atau C. Jika anda tidak melakukan subnet, anda hanya bisa menggunakan satu jaringan/network Class A, B, atau C network, hal ini sangatlah tidak lazim.Tiap-tiap data link di jaringan harus memiliki Network ID yang unik, dengan node/host pada link tersebut yang menjadi anggota dari Network tersebut (jaringan yang sama). Jika anda membagi network utama (Class A, B, atau C) menjadi subnetwork yang lebih kecil, maka anda bisa membuat interconnecting subnetworks (hubungan antar subnetwork dengan IP routing protocol). Maka masing-masing data link pada jaringan ini memiliki network/subnetwork ID yang unik.
Untuk melakukan subnetting alias men-subnet suatu jaringan, perpanjang natural/default mask dengan bit-bit yang bernilai 1 pada porsi host ID untuk membuat sebuah subnetwork ID. Contoh sebuah Class C network: 204.17.5.0 dengan natural/default mask: 255.255.255.0, Anda bisa membuat subnet dengan cara sebagai berikut :
Dengan memperpanjang MASK menjadi 255.255.255.224, and telah menambahkan 3 bit bernilai 1 (ditandai dengan “sub”) pada porsi host yang digunakan untuk membentuk subnet. Dengan 3 bit tersebut, memungkinkan anda membuat 8 subnet. Dengan sisa 5 bit bernilai 0 untuk host ID, masing-masing subnet memiliki 32 alamat host, dan hanya 30 saja yang bisa diterapkan/diconfigurasi pada perangkat/device, karena host ID dengan seluruh bit nya bernilai 1 atau seluruhnya bernilai 0 tidak bisa diterapkan pada perangkat/device. (Ini sangat penting sekali untuk diingat). Berikut subnet-subnet yang telah kita buat:204.17.5.0 - 11001100.00010001.00000101.00000000 255.255.255.224 - 11111111.11111111.11111111.11100000 --------------------------|sub|----
Note: Ada 2 cara untuk penulisan MASK. Pertama, seperti diatas, anda menggunakan 3 bit bernilai 1 lebih daripada “natural/default” MASK Class C, anda bisa menyatakan alamat-alamat ini memiliki 3-bit subnet MASK. Kedua, MASK : 255.255.255.224 dapat ditulis seperti: /27 karena terdapat 27 bit (bernilai 1) yang telah di set pada MASK. Cara kedua tersebut, dikenal dengan nama Classless Interdomain Routing (CIDR)-pembahasan berikutnya . Dengan CIDR, satu network dapat ditulis dengan notasi prefix/length. Contoh, 204.17.5.32/27 sama dengan network 204.17.5.32 255.255.255.224.204.17.5.0 255.255.255.224 host address range 1 to 30 204.17.5.32 255.255.255.224 host address range 33 to 62 204.17.5.64 255.255.255.224 host address range 65 to 94 204.17.5.96 255.255.255.224 host address range 97 to 126 204.17.5.128 255.255.255.224 host address range 129 to 158 204.17.5.160 255.255.255.224 host address range 161 to 190 204.17.5.192 255.255.255.224 host address range 193 to 222 204.17.5.224 255.255.255.224 host address range 225 to 254
Skema network subnetting untuk 8 subnet, dapat digambarkan sebagai berikut::
Figure 2
Masing-masing router pada Figure 2 terhubung ke 4 subnetwork, satu diantara subnetwork terhubung pada kedua router tersebut. Masing-masing router juga memiliki sebuah alamat IP pada masing-masing subnetwork yang terhubung padanya. Masing-masing subnetwork bisa men-support sampai 30 alamat IP host.
Lebih banyak subnets, lebih sedikit alamat host yang tersedia per subnet. Contoh Network kelas C 204.17.5.0 dan sebuah mask 255.255.255.224 (/27) akan menghasilkan 8 subnets, masing-masing subnet memiliki 32 alamat host ( hanya 30 alamat IP host yang bisa dikonfigurasi pada perangkat/devices). Jika anda menggunakan mask 255.255.255.240 (/28), maka detilnya sebagai berikut:
Karena anda memiliki 4 bit untuk membuat subnet, sehingga anda hanya memiliki 4 bit (sebelah kiri) untuk alamat host. Jadi dalam hal ini anda dapat memiliki 16 subnet, masing-masing subnet memiliki 16 alamat host ( hanya 14 alamat IP host yang bisa dikonfigurasi pada perangkat/devices).204.17.5.0 - 11001100.00010001.00000101.00000000 255.255.255.240 - 11111111.11111111.11111111.11110000 --------------------------|sub |---
Kita akan coba liat cara mensubnet untuk Network Kelas B. Jika anda memiliki network 172.16.0.0 , maka anda akan segera tahu “natura”l mask-nya adalah 255.255.0.0 atau 172.16.0.0/16. Memperpanjang mask melebihi 255.255.0.0 berarti anda melakukan “subnetting”. Anda dengan cepat bisa melihat bahwa anda bisa membuat lebih banyak subnet daripada Network Kelas C. Jika anda menggunakan mask 255.255.248.0 (/21), berapa jumlah subnet dan host per subnet?
Anda menggunakan 5 bit dari “original” bit host untuk subnet. Sehingga anda bisa memiliki 32 subnet (25). Setelah anda menggunakan 5 bit (nilai 1) untuk “subnetting”, tersisa 11 bit (nilai 0) untuk alamat host. Sehingga anda bisa memiliki 2048 alamat host (211), hanya 2046 alamat IP host yang bisa dikonfigurasi pada perangkat/devices.172.16.0.0 - 10101100.00010000.00000000.00000000 255.255.248.0 - 11111111.11111111.11111000.00000000 -----------------| sub |-----------
Note: Dulu, terdapat keterbatasan penggunaan “subnet 0″ (semua bit subnet diset ke Nol/zero). Beberapa perangkat tidak mensupport subnet zero ini. Perangkat Cisco Systems dapat menggunakan subnet zero ini dengan mengkonfigurasi perintah : ip subnet zero
Contoh:
Sekarang anda sudah memahami apa itu “subnetting”, mari kita terapkan ilmu ini. Sebagai contoh, anda memiliki kombinasi 2 alamat IP /mask, ditulisa dengan notasi “prefix/length” (length=jumlah bit yang bernilai 1), yang telah dikonfigurasi pada 2 perangkat/device. Tugas anda adalah menentukan apakah kedua perangkat ini berapa pada subnet yang sama atau berbeda. Anda dapat menggunakan alamat dan mask dari masing-masing perangkat untuk menentukan subnet dari kedua alamat IP host/perangkat tersebut.Penentuan Subnet untuk Perangkat A:Perangkat A: 172.16.17.30/20 Perangkat B: 172.16.28.15/20
Penentuan subnet dengan melakukan sebuah logika “AND” antara subnet mask dan alamat IP host. Dalam hal ini, Perangkat A berada pada subnet 172.16.16.0.172.16.17.30 - 10101100.00010000.00010001.00011110 255.255.240.0 - 11111111.11111111.11110000.00000000 -----------------| sub|------------ subnet = 10101100.00010000.00010000.00000000 = 172.16.16.0
Penentuan Subnet untuk Perangkat B:
Dari hasil diatas, disimpulkan bahwa Perangkat A dan Perangkat B berada/memiliki subnet yang sama , yaitu 172.16.16.0.172.16.28.15 - 10101100.00010000.00011100.00001111 255.255.240.0 - 11111111.11111111.11110000.00000000 -----------------| sub|------------ subnet = 10101100.00010000.00010000.00000000 = 172.16.16.0
ALAMAT IP DAN SUBNETTING BAGI PEMULA
Kita akan coba membahas cara mengkonfigurasi IP routing pada sebuah router, bagaimana membagi-bagi alamat IP atau sering dikenal dengan SUBNETTING, dan bagaimana mengkonfigurasi alamat IP pada tiap-tiap interface router dengan sebuah subnet yang unik.Sebelum melanjutkan ke materi, berikut istilah-istilah yang akan sering digunakan
- Address—Nomor ID unik yang di set pada sebuah host atau interface pada sebuah jaringan.
- Subnet— Porsi/blok IP yang merupakan bagian dari jaringan (network sharing).
- Subnet mask—Kombinasi 32-bit, digunakan untuk mengilustrasikan porsi dari sebuah alamat yang merefer pada subnet dan bagian/porsi yang merefer pada host.
- Interface—Sebuah koneksi jaringan (antarmuka).
Berikut bagaimana ”octet binary” dikonversi ke ”decimal”: Bit paling kanan dari sebuah octet memiliki nilai 20. Bit disebelah kirinya memiliki nilai 21. dan seterusnya sampai bit paling kiri yang miliki nilai 27. Jadi jika semua bit bernilai 1, nilai ”decimal”-nya menjadi 255 sebagai berikut :
1 1 1 1 1 1 1 1Berikut contoh sederhana konversi sebuah octect jika tidak semua bit bernilai 1.
128 64 32 16 8 4 2 1 (128+64+32+16+8+4+2+1=255)
0 1 0 0 0 0 0 1Dan berikut contoh sebuah alamat IP dengan ”binary” dan “decimal”-nya.
0 64 0 0 0 0 0 1 (0+64+0+0+0+0+0+1=65)
10. 1. 23. 19 (decimal)Octet – octect ini dibagi-dibagi untuk menyediakan sebuah skema pengalamatan yang dapat mengakomodasi jaringan kecil maupun besar. Terdapat 5 kelas/class jaringan yang berbeda, yaitu class A sampai class E. Kita akan membahas hanya pengalamatan jaringan class A sampai C saja, sedangkan class D dan E diluar ruang lingkup pembahasan.
00001010.00000001.00010111.00010011 (binary)
Figure 1 menunjukkan class jaringan A sampai E dan range alamat IP dari masing-masing class.
Figure 1
Dalam sebuah alamat Class A, octet pertama adalah porsi jaringan/network, jadi contoh Class A dalam Figure 1 mempunyai alamat jaringan utama 1.0.0.0 – 127.255.255.255. Octet 2, 3, dan 4 (24 bit berikutnya) adalah untuk pengaturan dan pembagian jaringan ke dalam “subnet dan host”. Pengalamatan Class A digunakan untuk jaringan yang memiliki lebih dari 65.536 host (sebenarnya sampai 16777214 host!).
Dalam sebuah alamat Class B, octet kedua adalah porsi jaringan/network, jadi contoh Class B dalam Figure 1 mempunyai alamat jaringan utama 128.0.0.0 – 191.255.255.255. Octet 3 dan 4 (16 bit) adalah untuk lokal “subnet” dan “host”. Pengalamatan Class B digunakan untuk jaringan yang memiliki jumlah host antara 256 dan 65534.
Dalam sebuah alamat Class C, octet ketiga adalah porsi jaringan/network, contoh Class C dalam Figure 1 mempunyai alamat jaringan utama 192.0.0.0 – 233.255.255.255. Octet 4 (8 bit) adalah untuk lokal “subnet” dan “host”. Cocok untuk jaringan dengan jumlah host kurang dari 254.
NETWORK MASK
Sebuah ”network mask” membantu kita mengenal porsi mana dari alamat IP yang menunjukkan jaringan/network dan porsi mana yang menunjukkan node/host. Jaringan class A, B, dan C mempunyai “mask default”, juga dikenal sebagai ”mask natural”, seperti berikut:
Class A: 255.0.0.0Sebuah alamat IP pada jaringan Class A yang belum di-”subnet” akan memiliki sebuah pasangan alamat/mask seperti contoh : 8.20.15.1 255.0.0.0. Untuk melihat bagaimana “mask” membantu kita mengidentifikasi bagian/porsi jaringan dan node/host dari sebuah alamat, konversikan alamat dan “mask” ke bilangan biner/binary.
Class B: 255.255.0.0
Class C: 255.255.255.0
8.20.15.1 = 00001000.00010100.00001111.00000001Jika anda sudah mendapatkan alamat dan mask dalam bentuk binary, maka identifikasi jaringan/network dan host ID akan lebih mudah.
255.0.0.0 = 11111111.00000000.00000000.00000000
Bit-bit alamat untuk MASK yang di set 1 menyatakan Network ID, dan yang di set 0 menyatakan Node ID.
8.20.15.1 = 00001000.00010100.00001111.00000001 255.0.0.0 = 11111111.00000000.00000000.00000000 ----------------------------------- net id | host id netid = 00001000 = 8 hostid = 00010100.00001111.00000001 = 20.15.1
sumber : http://mudji.net/press/?p=254
Tag :
TKJ,
Memperbaiki Printer Blinking
By : Bernard
Memperbaiki
blinking printer Canon, EPSON, dan hp
Blinking
adalah kondisi penampungan tinta printer
penuh, penampungan tinta ada di sebelah kanan bagian printer. Untuk
printer HP, tombol powernya kedap-kedip
atau hasil printnya penuh beleberan tinta..
kalau untuk canon atw epson, tombol kertas sama
tombol powernya kedip bergantian.. atw ada tulisan E** n ada keterangan..
"waste tank absorber full"
tiap printer nunjukin tandanya masing2.
tiap printer nunjukin tandanya masing2.
Printer canon, epson, hp
1. Pastikan kabel power printer
terhubung ke sumber utama listrik
2. Lepaskan kabel power yang terhubung
ke printer
3. Tekan dan tahan tombol power pada
printer
4. (kondisi tombol power masih
ditahan) hubungkan kabel power ke printer dengan sempurna dan lampur indikator
power printer akan menyala (tetap tahan tombol powernya)
5. Tekan tombol resume pada printer 2
kali (menekannya nyantai aja)
6. Lepaskan penekanan pada tombol
power printer
Terima kasih semoga bermanfaat bagi agan"...
Tag :
TKJ,
Check IP adress
By : Bernard Hai., teman......, kalian suka tidak aksesoris blog gitu ? ya., saya menemukannya di http://www.ipnow.org..,
aksesoris itu berguna untuk melacak IP pengunjung selain kita., dapat
melacak browser serta Operating system yang di pakai oleh pengunjung
blog.,
Untuk mendapatkan aksesoris blog seperti ini, kalian bisa mendapatkannya di banyak situs pada internet. Agar tidak usah bingung mencari, aku akan beritahu salah satunya di http://www.ipnow.org. Salah satu contoh tampilan yang di miliki situs ini adalah sebagai berikut :


Apakah kalian tertarik/ mau mecoba memakainya ?? ya sudah deh.., ikutin cara berikut nih :
Untuk mendapatkan aksesoris blog seperti ini, kalian bisa mendapatkannya di banyak situs pada internet. Agar tidak usah bingung mencari, aku akan beritahu salah satunya di http://www.ipnow.org. Salah satu contoh tampilan yang di miliki situs ini adalah sebagai berikut :
Apakah kalian tertarik/ mau mecoba memakainya ?? ya sudah deh.., ikutin cara berikut nih :
- Buka situs http://www.ipnow.org
- Lalu kalian pilih deh yang tampilannya menrik bagi kalian***
- Pilih warna backround serta warna text yang di inginkan oleh sobat lalu klik Creat My Image .,
- Lalu coPpAs kode Linked Image.., di HTML/ Javascript Dari blogspot.com >> Dasbor >> Rancangan >> Tambah Gadget >> Pilih HTML/ JavaSript..,
- Beri Komentar iya...
Selamat berjuang..:D
Tag :
TKJ,
Cara Mempercepat loading Windows XP
By : Bernard![]() |
Jika kamu merasa jengkel ketika menunggu loading windows yang begitu lama, cukup 5 langkah saja kamu bisa memodifikasi windows kamu menjadi lebih super fast ketika waktu booting.Coba lakukan sedikit trik di bawah ini :
(Sebagai catatan script dibawah ini khusus pengguna windows Xp.)
1. Ketik pada notepad :
“Del C:\windows\prefetch\ntosboot-*.*/q”
(Tanpa tanda petik)
Save as = ntosboot.bat pada drive C ~ tempat windows ter install pada umumnya di drive C.
2. Jalankan Run
ketik gpedit.msc
Pilih Computer configuration
Pilih Windows settings kemudian double klik shutdown.

Klik add kemudian browse, tentukan letak file ntosboot.bat
KLik open.
Klik OK, Apply, OK.
3. Jalankan Run lagi
ketik devmgmt.msc
Double klik IDE ATA/ATAPI controller, double klik primary IDE chanel untuk membuka properties.
Klik tab Advance setting pada semua device [device 0 atau 1].
Devive Type yang dalam keadaan nonaktif, rubah menjadi None klik OK.
4. Double klik secondary IDE chanel
Lakukan hal sama pada secondary IDE chanel
5. Rrestart komputer.
Bedakan hasilnya setelah disetting.
Tag :
TKJ,

